Senin, 15 Juli 2013

Kisah Nyata yang Terjadi di Jepang



Kisah yang Masih Melegenda Sampai Saat Ini, Kisah ini adalah sebuah kisah urban legend yang sangat menakutkan dari Negara Korea tentang seorang gadis yang di bunuh pada malam hari di sebuah lift/elevator. Kasus ini sangat terkenal sebagai ''Pembunuhan di Lift''.


Ada seorang gadis Korea berusia 19 tahun berinisial "A" (maaf nama asli tidak disebutkan) yang menghadiri sebuah acara di universitas di kota besar Korea. Suatu malam, ia harus tetap berada di ruang perpustakaan untuk menyelesaikan sebuah proyek dan membuat gadis itu pulang pada larut malam.

Gadis itu tinggal di lantai 14 di sebuah gedung apartemen yang tidak begitu jauh dari universitas, proyek yang ia kerjakan di universitas pun telah selesai kemudian ia bergegas pulang dan sampai di sebuah apartemen, ia berdiri di pintu masuk dan menekan tombol untuk memanggil lift.

Ketika lift tiba dan pintu lift terbuka ia pun langsung melangkah masuk dan menekan tombol untuk menuju ke lantai yang ditujunya. Sesaat pintu lift akan segera menutup, ada seorang pria yang sedang berlari menuju lift, pria itu sungguh terlihat lelah dan mengulurkan tangannya untuk menghentikan penutupan pintu. Kemudian, ia melangkah masuk ke lift dan berdiri di sampingnya.


"Permisi, apakah anda tinggal di lantai 14?", tanya pria itu, sambil melihat tombol lift menyala.
"Ya", jawab gadis itu sambil terdiam.
"Ohh", kata pria itu sambil tersenyum padanya.
"Kebetulan sekali ya, saya tinggal di lantai 13 hanya beda 1 lantai." sahut pria itu sambil menekan tombol lift nomor 13.

Melalui jendela di pintu lift, gadis itu hanya menyaksikan lantai yang sedang berlalu menuju ke atas, dan keduanya pun berdiri dalam keadaan hening dan terdiam. Gadis itu melirik beberapa kali kepada pria itu, kemudian mereka kebetulan berpapasan dalam satu pandangan, pria itu tersenyum manis kepadanya, dan gadis itu merasa malu dan pipinya pun memerah. Saat itu, lift berhenti di lantai 13, pintu lift pun terbuka dan pria itu melangkah keluar dari lift.

"Sampai nanti ya.." kata pria itu sambil tersenyum.
"Ya dengan senang hati, sampai ketemu lagi," jawab gadis itu dengan nada riang.
Kemudian pintu lift itu menutup, dan tiba-tiba saja pria itu berbalik dan menoleh kepadanya, dan menarik sebuah benda dari dalam jasnya, benda itu adalah sebuah pisau dapur yang tajam. Dan pria itu berkata pada gadis itu, dengan suara mengancam.

"Hey! Lantai atas, aku tunggu kau!" kemudian pria itu tertawa seperti orang gila, dan pria itu berlari menuju tangga menuju lantai 14.

Gadis itu pun mulai merasa panik dan takut, kemudian ia memukul-mukul tombol lift dengan keras dan berusaha untuk menghentikan laju lift, tetapi usahanya itu pun tidak ada gunanya dan ia pun putus asa. Ketika ia sampai di lantai 14 dan pintu lift pun telah terbuka, pria yang membawa pisau itu pun sudah berdiri di sana, menunggunya, dan siap untuk membunuhnya.

NB :
Di Negara Korea, para penduduknya mengatakan bahwa kasus ini bukan hanya sekedar kisah urban legend tetapi kasus ini adalah sebuah KISAH NYATA. Di kabarkan seorang gadis berinisial "A" itu ditemukan tewas, ditikam sampai mati di dalam lift. 

Para penduduk mengatakan bahwa bagian terburuk dalam kasus kematian lift ini adalah bukan kematian dari gadis itu, melainkan penderitaan yang di alami gadis itu dengan ancaman pembunuhan dalam menuju ke lantai 14, dan perasaan takut yang dipenuhi dengan keputus asaan, terjebak dalam lift sambil memukul tombol lift supaya berhenti, kemudian ia tahu bahwa ia akan mati di lantai 14. 

Para penduduk telah mengklaim bahwa di dalam kasus ini ada suatu alasan mengapa di setiap lift sekarang telah tersedia memiliki tombol berhenti.

Sabtu, 13 Juli 2013

Misteri Kisah Nyata Anneliese Michel


Anneliese Michel, lahir pada 21 September 1952 di Klingenberg, Bavaria, Jerman. Keluarganya merupakan penganut Katolik yang taat dan Michel dididik secara ketat. Karena didikan agama dari keluarganya yang ketat, Michel sering berdoa untuk menghapuskan dosa - dosanya saat dia pernah mengalami kecanduan akan narkoba.

Awal Mula Gejala Aneh Yang Dialami Anneliese Michel :


Pada tahun 1968, saat Michel masih SMA, ia mengalami kejang - kejang. Beberapa temannya berpendapat bahwa Michel menderita Epilepsi. Saat itu, seorang ahli saraf dari klinik psikiatri Wurzburg mendiagnosis Miichel menderita Epilepsi Gran Mal.


Setelah kejadian itu, Michel sering berhalusinasi ketika berdoa. Dia mengaku kerap mendengar suara yang mengatakan bahwa dirinya telah dikutuk. Pada tahun 1973, Michel mengalami depresi berat dan berniat untuk bunuh diri. Perilakunya menjadi semakin aneh, ia pernah merobek pakaiannya sendiri, makan batu bara dan laba - laba di lantai, bahkan meminum urinnya sendiri. Terkadang, ia menjerit histeris secara tiba - tiba, dan menyalak seperti seekor anjing.

Pada tahun 1975, orang tuanya yakin bahwa putrinya telah dirasuki oleh roh halus. Mereka lalu mencoba cara lain untuk menyembuhkan Michel, yaitu dengan ritual pengusiran roh jahat atau biasa disebut exorcist.

 

Orang yang pertama kali mengetahui bahwa Michel telah dirasuki oleh roh jahat adalah seorang wanita tua yang mendampingi Michel ketika ia berziarah. Wanita itu menyadari keanehan pada diri Michel ketika Michel berulangkali menghindar ketika melewati lukisan Jesus. Michel juga menolak ketika diberi air suci dari sumber mata air. Wanita itu juga mengatakan bahwa ia merasakan aura yang berbeda ketika berada didekat Michel.

Seorang dukun dari kota terdekat memeriksa Michel. Ia menyimpulkan bahwa Michel memang telah dirasuki oleh roh jahat. Orang tua Michel meminta ritual pengusiran roh jahat kepada dukun itu, namun dukun itu menolak. Akhirnya, mereka meminta bantuan kepada Uskup setempat.

Siapakah Orang Yang Melakukan Ritual Pengusiran Roh Jahat ?

Orang tua Michel yang putus asa kemudian meminta bantuan seorang Uskup untuk menyembuhkan Michel. Uskup yang bernama Joseph Stangl ini kemudian menugaskan dua orang pendeta, yaitu Pastor Arnold Renz dan Pendeta Ernst Alt. Keduanya ditugaskan oleh sang Uskup untuk melakukan ritual pengusiran besar terhadap Anneliese Michel.

Ritual Exorcist yang dilakukan kedua pendeta ini berdasar pada " Rituale Romanum " sesuai dengan hukum Cannon yangberlaku pada abad ke-17 ( saya tidak tahu maksud dari hukum Cannon ). Pastor Arnold Renz adalh mantan misionaris di China, sedangkan Pendeta Ernst adalah seorang Pendeta biasa di tempat asalnya.
 
Mereka berdua melakukan ritual pengusiran roh jahat terhadap Anneliese Michel selama 10 bulan, yang terdiri dari 67 sesi. Setiap minggu, kadang dilakukan satu atau dua sesi ritual. Beberapa sesi bahkan berlangsung hingga 4 jam.

Apakah Anneliese Melihat Sosok Setan Pada Orang Di Sekitarnya ?

Menurut The Washington Post, Anneliese mulai melihat sesosok setan pada setiap orang yang dilihatnya saat ia mulai mengalami gejala aneh diatas. Ini mungkin menjelaskan mengapa Anneliese sering histeris secara tiba - tiba.
Bahkan kedua pendeta tadi yakin bahwa sejak mereka melakukan ritual pengusiran, roh yang merasuki Anneliese semakin memperparah keadaan Anneliese.

Lalu, Roh Jahat Apa Yang Merasuki Anneliese ?

Anneliese sendiri mengatakan kepada dua pendeta itu, bahwa ada beberapa roh yang kini merasuki dirinya. Dia menyebutkan ada roh Judas Iscariot, Adolf Hitler, Nero, Cain, Fleischmann, dan yang paling kuat, yaitu Lucifer. Dia juga menyebutkan bahwa sisi gelap dari dirinya juga turut merasukinya.

Kedua pendeta ini bahkan kerap berhadapan dengan roh Lucifer yang menolak untuk keluar dari tubuh Anneliese. Mereka mengatakan bahwa rroh ini adalah roh yang paling sulit untuk dihadapi.

Apakah Ritual Pengusiran Roh Ini Berdampak Pada Tubuh Anneliese ?

Anneliese telah menjalani 67 sesi ritual pengusiran roh jahat selama 10 bulan. Selama itu pula, Anneliese mengalami sejumlah kerusakan pada bagian tubuhnya. Ligamen di lututnya telah pecah, kakinya juga mengalami kelumpuhan, sehingga pada saat - saat tertentu, orang tua Michel membantunya.

Kematian Anneliese Michel :



Pada tanggal 1 Juli 1976, Anneliese Michel ditemukan telah meninggal. Menurut otopsi, Michel meninggal akibat dehidrasi parah dan kekurangan gizi. Sebelum kematiannya, Michel selalu menolak untuk makan. Dia percaya bahwa tindakannya itu akan mempercepat kematiannya, dan itu satu - satunya cara untuk mengusir roh - roh jahat yang tengah merasukinya. Tentunya, hal ini membuat kedua orang tuanya sangat sedih. Sebelum kematiannya, Anneliese sempat mengutarakan kata - kata terakhirnya " Beg for Absolution ", ini ditujukan kepada kedua pendeta yang telah berusaha menolongnya, dan untuk ibunya ia berkata " Mother, I'm Afraid."

Mengapa Anneliese Michel Dirasuki Roh - Roh Jahat ?

Belum ada keterangan pasti mengenai penyebab Michel dirasuki oleh roh - roh itu. Dia adalah seorang yang religius, begitu juga dengan keluarganya. Hanya saja, 4 tahun sebelum Anneliese lahir, ibunya melahirkan seorang anak hasil hubungan gelapnya yang bernama Martha. Ketika Anneliese masih kecil, ibu Michel mendorongnya untuk melakukan penebusan dosa atas dosa yang dilakukan oleh ibunya dahulu. Pendeta yakin, ini adalah sebab utama Anneliese dirasuki oleh roh - roh itu. " Ini seharusnya tidak terjadi. Ini adalah pengorbanan seorang anak kepada ibunya ", kata Pendeta Ernst.

Kontroversi Dalam Hukum

Bagaimana pun juga, hukum masih berlaku dalam kasus Anneliese. Pengadilan setempat menjatuhkan hukuman 6 bulan masa percobaan hukuman terhadap kedua pendeta tadi dan keluarga Anneliese. Tuduhannya adalah mereka dianggap menghalangi upaya medis untuk melakukan pertolongan terhadap Anneliese. Namun, seorang pengacara membela mereka karena merasa apa yang dilakukan pihak keluarga dan pendeta tadi adalah upaya untuk menyembuhkan Anneliese.

Penutup

Kisah ini merupakan kisah yang terkenal di Eropa. Bahkan, film yang berkisah tentang Anneliese ini telah dibuat. Sebuah film berbahasa Jerman yang berjudul "REQUIEM" dirilis pada tahun 2006. Film ini di sutradarai oleh Hans- Christian Schmid. Film lainnya adalah "The Exorcism Of Emily Rose".


Ini saya ada rekaman suaranya :

Senin, 08 Juli 2013

Perumahan Bukit di Daerah Malang yang Angker



Sebelum saya bercerita ke inti, saya ingin menegaskan disini bahwa yang saya tulis ini adalah kejadian yang sebenar-benarnya saya alami.

Saya tinggal di perumahan yang berada di daerah bukit, Kabupaten MalangJawa Timur. Dulunya di perumahan ini adalah sawah luas yang ada batu-batu besar dari Gunung Arjuno, bahkan batu terbesar yang pernah dipecah disini seukuran 4 rumah ukuran tipe 27. Banyak orang tua atau sesepuh pemilik sawah disini menceritakan hal-hal yang berbau ghoib.

Namun yang harus diperhatikan adalah inti cerita mereka selalu sama yaitu siluman berwujud ular besar penunggu Batu, Penunggu Pohon Besar dan tempat pemandian umum di Jalan Masuk Perumahan, Arwah Gadis yang meninggal di tahun 70-80an di gumuk (tanah kosong yang tidak dipakai oleh pemilik, biasanya ukurannya kecil). Untuk perkara kematian Gadis ini memang benar adanya, kematian yang tragis yaitu setelah diperkosa, jasad gadis ini hanya dikubur setengah badan oleh pelaku yang sampai kini tak pernah terungkap, jadi kasus ini bukan kabar angin saja.

Disini saya akan menceritakan tentang keanehan-keanehan yang terjadi di rumah saya. Rumah saya terletak di nomer 2 paling pojok bawah (keadaan di perumahan naik turun karena bukit). Di samping rumah saya atau rumah paling pojok adalah rumah kontrakan yang sudah berganti penghuni sebanyak 4x, tetapi selalu sama cerita yang dikabarkan oleh pengontrak-pengontrak tadi yaitu daerah dapur yang kadang kala ada suara ketukan-ketukan cukup keras. Bahkan saat pengontrak kedua mendiami rumah tersebut mereka sering kali melihat penampakan kuntilanak di rumah tersebut, kata mereka Kuntilanak tersebut saat menampakan diri hanya menyamping jadi wajahnya tidak terlalu terlihat.

Kembali ke rumah saya, Kata ayah saya saat sendirian di rumah pernah mendengar suara orang menggigil seperti terkena demam tinggi, padahal di rumah hanya ada ayah saya sendiri. Sedangkan saya sendiri pernah mengalami kejadian ini sendiri. Saat itu tahun 2005 saudara-saudara saya dari Surabaya datang untuk menengok keadaan Adik saya yang baru lahir. Karena Surabaya-Malang lumayan jauh, saudara-saudara memutuskan untuk menginap. Karena rumah saya lumayan kecil sehingga tidur malam pun harus berdesak-desakkan di kamar. Sedangkan saya sendiri kebagian tidur di ruang tamu bersama seorang paman saya.

Karena malam itu saya mau melihat pertandingan sepak bola PRA PIALA DUNIA 2006, saya memutuskan tidak tidur sampai menontonnya. Saat itu saya ingat persis pukul 23.15 pertandingannya pun sudah berjalan 20 menit. Tiba-tiba dari arah pintu depan saya dengar suara orang menggigil yang sangat keras. Saya sempat berfikir kalau itu berasal dari suara paman, tetapi setelah saya amati beliau sudah tidur dan tidak berasal dari paman saya tersebut. Saya pun ketakutan dan langsung mematikan TV dari remotenya. Suara itu hanya berlangsung sekitar 10 detik. Sayapun semalam suntuk tidak bisa tidur karena suara tadi.

Setelah peristiwa itu keluarga dan saudara-saudara saya sebagian percaya dan sebagian tidak. Sampai saat saya menulis ini masih banyak kejadian yang saya alami di rumah ini. Contohnya bayangan-bayangan berkelebatan saat malam hari, suara-suara aneh yang terdengar dari kamar mandi. Tapi Hanya Kepada ALLAH lah saya berlindung.